Rsync via SSH
Untuk mentransfer data ke server lain melalui SSH, Anda dapat menggunakan rsync dengan protokol SSH. Namun, untuk otomatisasi, mengandalkan password SSH bukanlah praktik terbaik. Sebagai gantinya, Anda harus menggunakan kunci SSH untuk otentikasi tanpa password.
Berikut langkah-langkah yang harus Anda lakukan:
1. Buat Kunci SSH (jika belum ada)
Pada mesin sumber (di mana Anda menjalankan perintah):
ssh-keygen
Ikuti petunjuk di layar. Biasanya, Anda hanya perlu menekan enter beberapa kali untuk menerima default.
2. Salin Kunci Publik ke Server Tujuan
ssh-copy-id mk@x.x.x.x
Anda akan diminta memasukkan password untuk user mico di server tujuan. Setelah itu, Anda tidak perlu memasukkan password lagi saat mengakses server tujuan dengan SSH.
3. Buat Skrip Backup dengan Rsync
Buat skrip backup, misalnya backup_to_truenas.sh, dengan konten berikut:
#!/bin/bash
SOURCE_DIR="/backup01/"
DESTINATION="mk@x.x.x.x:/y/y/backup/backup01"
# rsync -avz -e ssh $SOURCE_DIR $DESTINATION
rsync -av -e ssh $SOURCE_DIR $DESTINATION
Berikan izin eksekusi:
chmod +x backup_to_truenas.sh
4. Jalankan Skrip
Sekarang Anda dapat menjalankan skrip backup_to_truenas.sh untuk memulai proses backup.
Catatan:
- Pastikan
rsyncterinstal di kedua mesin. - Menggunakan kunci SSH lebih aman daripada password, terutama untuk otomatisasi.
- Jika Anda ingin menjadwalkan backup ini secara reguler, Anda dapat menambahkannya ke
cronseperti yang kita lakukan sebelumnya.